Sebenarnya jika kita bicara soal industri properti dan konstruksi pada masa pandemi covid, ini adalah kondisi pada tidak bisadi prediksi sebelumnya.. Karena kita tidak menduga kondisinya bisa seperti saat ini. Sehingga ketika kita memprediksi bahwa bisnis kedepan semakin maju. Karena pelaku bisnisnya telah terbukti mampu melewati masa sulit di masa pandemi serta memaksimalkan potensi bisnis konstruksi yang juga ada di Indonesia.
Hal ini ialah sebuah kondisi yang kita semua mesti perjuangkan dan perhatikan. Karena kita tahu saat ini semua industri sedang mengalami penurunan, jika pun ada beberapa industri dari berkembang itu lebih karena industrinya yang memang di butuhkan bagi saat ini. Sehingga satu hal pada mesti menjadi perhatian kita bahwa sektor properti dan konstruksi masih bisa menjadi salah satu sektor riil pada bisa memberika dukungan bagi peningfrasan pertumbuhan ekonomi dimasa kini dan mendatang.
Sekedar mengingatkan betapa besarnya potensi sektor konstruksi yang ada di Indonesia. Dalam hitungan angka sendiri, dari tahun lalu hingga saat ini nilai yang juga terjadi pada industri konstruksi dari sisi pemerintah saja sudah sedemikan besarnya. Dari tahun lalu target proyek yang di rencanakan datang ada sekitar 6.055 proyek bersama nilai Rp80 triliun. Kedepan atau tahun depan nilainya akan segera di prediksi meningkat menjadi 10.000 proyek pada rencananya bakal di kerjakan oleh pemerintah menjadi bagian dari program Kementerian PUPR. Nilainya sendiri mencapai Rp149 triliun. Ini ialah sebuah nilai yang luar biasa bagi sebuah negara seperti Indonesia. Maka sudah seharusnya kita ingin agar bisnis konstruksi kedepan semakin maju.
Itulah sebabnya, agar target dan realisasinya bisa lebih maksimal. Maka tidak perlu menunggu bagi tetap melaksanakan program pembangunan dalam kondisi covid sekalipun asalkan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebagai bagian dari persiapan menuju kondisi sektor konstruksi pasca covid. Kita memang lebih tegas dalam menjalankan beberap kondisi dari terjadi pada saat covid seperti : 1. Memperkuat pelaksanaan K3 di lokasi proyek 2. Pendetailan progress dan cashflow bagi pelaku bisnis di sektor industri properti dan konstruksi 3. Penerapan digital construction dan lead construction 4. Mempersiapkan rencana saat kondisi sudah mulai rebound.
Dari ke-empat program yang juga telah di jalankan pada saat pandemi covid. Maka ada baiknya pelaku industri konstruksi dan properti menjadi satu kesatuan dalam menentukan konsep pelaksanaan konstruksi secara benar. Ambil sampel terkait dalam hal pelaksanaan K3, sebuah kondisi yang bersifat baku. Apapun kondisinya, maka proses kerja konstruksi harus tetap menjalankan aturan K3. Sehingga pasca covid pelaku sudah terbiasa demi mendisiplinkan semua team dari terkai serta sektor konstruksi agar mematuhi aturan K3 yang juga ada.
Kedua masalah yang lainnya berhubungan bersama penerapan digital construction. Kedepan sudah pasti implementasi teknologi bakal semakin banyak di gunakan segera. Sehingga saat ini merupakan waktu yang juga tepat dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam industri konstruksi. Bukan artinya penggunaan teknologi menjadi salah satu pondasi dalam pelaksanaan bisnis konstruksi. Tetapi sekaligus bisa menjadi satu catatan bahwa pada saat pandemi saja implementasi di lakukan demi meng efektif dan efisiensikan kondisi yang juga ada.
Artinya bahwa nanti ketika kondisi sudah pulih atau pasca covid terjadi kita akan segera terbiasa kerja sesuai fungsinya. Jika memang report konstruksi bisa dilakukan secara online kenapa mesti bertemu. Contoh lain menyang jugakut revisi desain atau upaya mengoptimalkan sistem kerja. Begini bisa menjadi satu ilustrasi kasus yang lainnya baik dalam industri konstruksi pada saat covid. Sehingga jika masanya tiba, pelaku hanya tinggal melanjutkan sistem yang telah di jalankan pada saat pandemi.
Itulah sebuah sistem yang bisa menjadi sebuah pengalaman berharga. Bahwa sejatinya pelaksanaan aktivitas konstruksi bisa di jalankan secara efektif dan efisien. Jika dahulu kita selalu beranggapan konstruksi dan properti merupbakal sektor industri yang juga padat karya dan padat modal. Maka bisa jadi kondisi tersebut harus mulai luruskan, bahwa padat modal memang karena sektor properti dan konstruksi adalah bisnis jangka panjang. Tetapi jika mengatakan padat karya, sebaiknya mesti di analisa kembali apakah mesti harus padat karya. Atau sebenarnya bisa dilaksanakan segera bersama sistem efisiensi dan efektivitas asal daya manusia.
Dengan semua dari telah di jelaskan diatas, kita harus selalu bersikap bahwa apapun kondisinya semua hal sudah pasti bakal memiiki manfaat positif. Seperti juga kondisi pandemi covid, ini adalah sebuah pembelajaran demi pada akhirnya kelak pelaksanaan konstruksi di masa pasca covid bisa berjalan dan cukup baik. Aktifkan terus artikel yang juga ada di Media , karena kami akan selalu mengupdate kondisi terkini sektor konstruksi pada masa pandemi covid.